Jurnalis Desa Bongkasa, Belajar Hidroponik Bersama Pak Suparsa

  • 06 Desember 2019
  • Dibaca: 37 Pengunjung
Jurnalis Desa Bongkasa, Belajar Hidroponik Bersama Pak Suparsa

Bongkasa-(06/12/2019) Jurnalis Desa Bongkasa dalam hal ini KIM (Kelompok Informasi Masyarakat) Desa Bongkasa. Melakukan Kunjungan ke salah satu pertanian hidroponik, milik Pak Suparsa selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bertempat pada kediamannya di Desa Selat Abiansemal Kabupaten Badung.

Kegiatan diawali dengan kehangatan beliau menjelaskan pada kami satu persatu mengenai tahapan-tahapan persiapan menanam sayur hijau dengan media hidroponik. Beliau juga menjelaskan berbagai keperluan yang musti dipenuhi sebelum memulai bercocok tanam hidroponik, mulai dari persiapan pembibitan, Rokwall, nutrisi, pipa hingga atap untuk bangunan hidroponik sendiri. Pemaparan beliau berlanjut pada modal hingga income yang didapat dalam berbisnis hidroponik yang beliau lakoni.

“hidroponik ini punya modal 10 juta saja cukup untuk mulai, nanti dari 1 buah pipa bisa berisi sampai 20 lubang dan saat ini saya punya hingga seribu lebih lubang, dan saya panen tiap bulan”, tegas beliau.

Dalam kunjungan kali ini Jurnalis Desa Bongkasa menangkap ada banyak hal positif yang patut ditiru dan dikembangkan di Desa Bongkasa sekaligus mengajak generasi muda untuk mau berkecimpung di dunia pertanian.

Rosita Dewi Selaku Ketua Kelompok Informasi Masyarakat mengatakan bahwa,

“Pengetahuan tentang hidroponik ini adalah asset bagi kami untuk mulai membangun dan mengajak generasi muda untuk peduli terhadap sektor pertanian, lebih dari itu kami berharap ilmu ini bisa diterapkan di Desa kami” ujar Rosita.

Kunjungan kali inipun memberi kesan yang begitu banyak, bahwa dengan kecanggihan teknologi ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin. Salah satunya adalah mengintegrasikan pertanian yang kekinian, yang dapat dilakukan meski tak memunyai lahan yang banyak. Sehingga Hidroponik ini menjadi solusi yang cerdas dalam dunia pertanian.

Para petani juga dapat memiliki income yang tinggi, sehingga kendala lahan juga dapat teratasi dengan pertanian yang terintegrasi dengan sistem hidroponik.

001/KIM/BKS

  • 06 Desember 2019
  • Dibaca: 37 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita