Makna Logo Desa Bongkasa

  • 04 Februari 2020
  • Dibaca: 56 Pengunjung
Makna Logo Desa Bongkasa

Adapun makna dari logo Desa Bongkasa memiliki beberapa filosofi dari tiap komponennya, Pola pikir dalam menyusun Lambang Desa Bongkasa bertititk tolak dari:

1. Nama Desa

2. Merambas hutan Teguh Wana

3. Perjalanan Ki Dalang Tangsub

4. Tujuan hidup yang sesuai dengan ajaran Agama Hindu “ Moksartam Jagatdhita”

Arti Masing – Masing Lambang :

1. Lambang Pelinggih Meru Tumpang Dua (2)

Meru berasal dari Muka Maru dalam sastra agama merupakan Istana Para Dewa dan pada umat Hindu di Bali dengan Gedong Sari Tolangkir ( Dewa Sesana). Jika dihubungkan dengan alam semesta Meru Tumpang Dua (2) menggambarkan bahwa Desa Bongkasa terdiri dari Dua Desa Adat yang penuh kesatuan dan persatuan :

a. Desa Adat Bongkasa

b. Desa Adat Kutaraga

c. Lambang Kayonan

d. Para wiku dan orang bijaksana menyebutkan kekayonan sama dengan kekayuan, kekayuan sama dengan kayun, kayun sama dengan hati. Dengan hati yang suci ning nirmala akan mencapai suatu tujuan yang baik untuk melaksanakan pembangunan dalam arti luas.

e. Ditinjau dari segi pewayangan bahwa kekayonan adalah selaku bentuk wayang yang melambangkan dunia alam semesta dengan Desalah tempatnya.Didalam pewayangan tidak pernah lepas dengan kekayonan yang mana orang – orang menyebut Desa Bongkasa akan tempat wayang, karena Desa Bongkasa terkenal dengan dalang – dalang wayang, sama halnya dalang wayang yang tersebar diseluruh Bali bahkan di Indonesia.

  1. Dalang Ki Tangsub ( Calonarang dan Bungkling )
  2. Ida Pedanda Gede ( Ramayana dan Calonarang )
  3. Ida Pedanda Gede Singarsa ( Ramayana )
  4. Dalang I Made Jagra ( Ramayana )

Dan sampai sekarang kebudayaan pewayangan di Desa Bongkasa tak pernah pupus dan terus menerus ada saja yang muncul sebagai pengganti            (regenerasi).

2. Lambang Rantai

Rantai yang mengikat selaku dasar meru dan kayonan adalah kekuasaan yang sangat bulat untuk menegakkan persatuan dan kesatuan dimana jumlah rantai ada enam ( 6) buah mencerminkan/ melambangkan bahwa Desa Bongkasa didukung oleh enam ( 6 ) lembaga Desa yaitu :

  • Perbekel Desa Bongkasa
  • Lembaga Permusyawaratan Desa ( BPD ) Bongkasa
  • Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa ( LPMD )
  • Pembinaan Kesejahteraan Keluarga ( PKK ) Desa
  • Karang Taruna Desa Bongkasa
  • Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa Bongkasa

3. Padi dan Kapas

Padi dan kapas melambangkan dalam menuju masyarakat adil dan makmur yang berdasarkan Pancasila ( segi lima ) dan tujuan ini sesuai dengan tujuan hidup dalam ajaran agama Hindu “ Moksartam Jagatdhita “ ( Kebahagiaan Lahir Batin )

  • Padi 12 biji artinya Desa Bongkasa terdiri dari 12 Banjar Adat
  • Kapas 10 buah artinya Desa Bongkasa terdiri dari 10 Banjar Dinas

Hal ini berdasarkan sejarah perjalanan Ki Dalang Tangsubb di Desa Bongkasa dari Mengwi pada IÇaka 1735 atau 1633 Masehi.

4. Warna

Warna yang ditampakkan pada :

- Meru berwarna putih mengandung arti kesucian hati penduduk Desa Bongkasa

- Kekayonan berwarna merah mengandung arti keberanian membela Desa Bongkasa

Jadi warna putih pada meru dan warna merah pada kekayonan sesuai dengan perjalanan I Ketut Tangsub ( Ki Dalang Tangsub ) melihat daerah kearah  Timur, terlihatlah seberkas sinar berwarna merah dari langit hingga ketanah ( Bang dalam bahasa Bali kuno ) lama kelamaan menjadi putih ( petak ) dan terlihatlah sebuah tempat yang penuh harapan masa depan. Mulanya dinamakan Bang Akasa kemudian disesuaikan dengan orang menyebutkan BONGKASA.

5. Semboyan

Yang berbunyi "SATYA JAYA PREMANA" yang artinya

SATYA           : kebenaran, kejujuran dan kesetiaan

JAYA              : berani, pantang menyerah, kemenangan dan berhasil sukses

PREMANA    : keutamaan hati dan jiwa yang mulia

Kesimpulannya adalah Berdasarkan keutamaan hati dan jiwa yang mulia dilandasi dengan kebenaran dan kesetiaan menuju keberhasilan atau kemenangan.

Download Logo Desa Bongkasa di: https://niluhrositadewi.blogspot.com/2020/01/logo-desa-bongkasa-terbaru.html

 

 

001/KIM/BKS

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  • 04 Februari 2020
  • Dibaca: 56 Pengunjung

Artikel Lainnya

Cari Artikel