Dikutip Dari Artikel Dinas Liingkungan Hidup Kab. Badung

  • 22 Agustus 2018
  • Dibaca: 107 Pengunjung
Dikutip Dari Artikel Dinas Liingkungan Hidup Kab. Badung
Kesadaran perusahaan atau pelaku industri terhadap penanganan limbah dirasa masih minim. Hal ini berkaitan dengan seringnya ditemukan limbah berbahaya dan beracun (limbah B3) ditempat yang tidak semestinya, seperti di tempat pembuangan sampah umum, aliran kali, atau cerobong asap pabrik yang berada dekat permukiman penduduk.
Limbah B3 merupakan limbah yang dapat merusak lingkungan serta kehidupan makhluk hidup, termasuk manusia. Berdasarkan Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, limbah bahan berbahaya dan beracun (limbah B3) adalah zat, energi dan/atau komponen lain yang karena sifat, konsentrasi dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan, merusak lingkungan hidup, dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lainnya.
Jika kita cermati, ada banyak benda, barang, atau zat disekitar kita yang berpotensi menjadi limbah B3. Berikut ini beberapa barang yang termasuk dalam limbah B3:
1. Batu baterai bekas
Batu baterai bekas merupakan salah satu limbah B3 karena mengandung berbagai logam berat seperti merkuri, mangan, timbal, kadmium, nikel dan lithium yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Karena mengandung bahan logam berat, sampah batu baterai dianjurkan untuk tidak dibuang di tempat pembuangan sampah umum karena akan mencemari tanah, air tanah, danau dan sungai.
Batu baterai bekas yang termasuk dalam limbah B3 yaitu baterai berukuran AA, AAA, C&D, baterai jam tangan, baterai lithium (baterai telepon genggam, kamera digital, laptop serta barang elektronik lainnya) dan baterai rechargeable.
2. Pestisida
Pestisida merupakan pembasmi hama yang mengandung limbah B3 karena terdiri atas bahan kimia berbahaya. Dalam 105 unsur kimia, biasanya terdapat 21 unsur yang sering digunakan dalam pestisida yaitu karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, fosfor, klorin, sulfur, ferum, cuprum, merkuri, zinc dan arsenik. Bahan-bahan yang terkandung dalam pestisida ini akan mencemari udara jika saat disemprotkan cairannya terbawa angin.
Penggunaan pestisida juga bisa mengurangi keanekaragaman hayati pertanian di tanah sehingga mengurangi laju pengikatan nitrogen. Dari segi kesehatan,penggunaan pestisida secara berlebih dapat menyebabkan leukemia pada manusia.
3. Hairspray
Hairspray kerap digunakan perempuan untuk menjaga rambut agar tertata rapi lebih lama. Namun, hairspray memiliki beberapa kandungan kimia berbahaya yang dapat mengganggu kesehatan, yaitu polyvinylpyrrolidone yang sama dengan pembuatan lem kayu yang berfungsi untuk mengeraskan rambut, polymer calledpolydimethylsiloxane yang berfungsi membuat rambut terangkat lebih lama, dan pytocalcious yang berfungsi meningkatkan jumlah mineral dalam akar rambut sehingga membuat rambut menjadi kaku.
Selain dapat membahayakan kesehatan bila terhirup atau terkena selaput mata, hairspray dapat menyebabkan kerusakan lingkungan karena kandungan Chloro Fluoro Carbon (CFC) yang digunakan untuk membuat aerosol. Jika terlepas ke udara, zat ini akan berkontribusi terhadap pemanasan global dengan terbentuknya emisi CO2.Sebaiknya, ciptakan hairspraymu sendiri dengan menggunakan air jeruk lemon dan air matang lalu masukkan dalam sprayer, kocok sebelum digunakan.
4. Deterjen pakaian
Pada deterjen pakaian terkandung bahan-bahan kimia yakni surfaktan (15-25%), builder, filler dan aditif yang berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia serta lingkungan. Deterjen dapat mencemari lingkungan melalui busa yang dibuang melewati saluran air. Busa yang tidak mudah hilang ini dapat menyebabkan kontak air dan udara menjadi terbatas sehingga menurunkan proses pelarutan oksigen ke dalam air. Kondisi ini dapat membuat organisme di dalam air kekurangan oksigen hingga dapat menimbulkan kematian. Dari segi kesehatan, bahan surfaktan dapat menyebabkan permukaan kulit menjadi kasar hingga menghilangkan kelembaban alami. Untuk mengganti deterjen, Sobat Greeners dapat menggunakan baking soda, asam cuka dan jeruk lemon.
5. Pembersih lantai
Pembersih lantai mengandung bahan kimia berbahaya, yaitu Cresylic Acid (1,5 %), Ethoxylated Alcohol (4 %), Benzalkonium Chloride (2 %), Natrium Lauril Eter Sulfat (2,5 %), dan Alcohol Ethoxylate Natrium Lauril Eter Sulfat atau disebut Sodium Laureth Sulfate (SLS). SLS dapat menyebabkan iritasi pada mata dan kulit sensitif. SLS dapat diketahui dari baunya yang menyengat.
  • 22 Agustus 2018
  • Dibaca: 107 Pengunjung

Artikel Lainnya

Cari Artikel